Apa Saja Gejala Impotensi Itu? Simak Ini Supaya Tahu!

Apa Saja Gejala Impotensi Itu Simak Ini Supaya Tahu

Banyak orang yang mungkin belum mengetahui dengan jelas mengenai apa saja gejala impotensi seksual. Istilah impoten memang merujuk pada ketidak mampuan seorang laki-laki untuk ereksi. Impoten agaknya menjadi momok bagi setiap pria. Masalah ini sebenarnya wajar bila dialami pada laki-laki yang memang sudah berusia lanjut. Tapi apa jadinya bila seseorang yang masih boleh dibilang dalam umur dewasa dan belum berusia lanjut sudah impoten? Tentu ini yang patut diwaspadai!

Impotensi dikenal juga sebagai disfungsi ereksi. Masyarakat mungkin banyak yang salah mempersepsikannya sebagai ejakulasi dini. Impotensi dengan ejakulasi dini adalah dua hal yang sangat berbeda. Impotensi, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, adalah ketidak mampuan seorang pria untuk ereksi. Sementara itu, ejakulasi dini lebih pada cepatnya seorang pria dalam mendapatkan orgasme (keluar sperma) dan mengalami ejakulasi selama proses hubungan seksual. Nah, bila sudah tahu perbedaan mendasarnya, sekarang yang perlu dibahas adalah mengenai gejala dari impotensi itu sendiri.

Gejala yang paling mendasar yang ditemui pada pria impoten adalah ketidak mampuan untuk memulai ereksi. Normalnya, seorang pria saat terangsang bisa cepat mendapatkan ereksi yang diinginkan. Sayangnya, pada pria yang mengalami impoten hal ini akan berlangsung sangat lama atau bahkan tidak terjadi sama sekali. Pria yang kesulitan mengalami ereksi biasanya disebabkan oleh banyak hal. Salah satu hal yang juga menjadi penyebabnya adalah gangguan psikologis.

Stress

Apabila pria sedang dalam kondisi stress atau pun lingkungan yang ada membuatnya tidak nyaman, maka stimulasi apa pun yang diberikan untuk merangsang pria sepertinya tidak akan membuatnya mudah untuk memulai ereksi. Bila sudah demikian, umumnya pria cenderung akan semakin stress dan justru semakin tidak memiliki hasrat untuk mengalami ereksi. Ini menjadi salah satu tanda dan gejala bahwa pria tersebut bisa saja mengalami disfungsi ereksi.

Selain kesulitan dalam memulai ereksi, pria yang memiliki masalah impotensi seksual juga biasanya memiliki kesulitan dalam mempertahankan ereksi. Bisa saja seorang pria mudah untuk ereksi tetapi di tengah “permainan” justru ereksi tersebut menyusut. Ereksi yang menyusut ini tidak disertai dengan ejakulasi atau pun orgasme. Itu sebabnya impotensi berbeda dengan ejakulasi dini. Bila sudah terjadi demikian, maka permainan terpaksa harus dijeda di tengah-tengah dan kadang-kadang pria impoten akan sulit untuk mendapatkan ereksinya kembali.

Kelelahan

Ada banyak pula faktor penyebab yang menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi tersebut. Kelelahan juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya disfungsi ereksi. Namun demikian, bila hal tersebut terjadi berulang-ulang, maka ada baiknya ini segera diperiksakan ke dokter supaya bisa dianalisis dan mendapatkan penanganan segera. Dengan mendapatkan penanganan yang segera, setidaknya hal ini akan sangat membantu terutama dalam hal mencegah terjadinya resiko atau masalah lebih lanjut dari impotensi tersebut.

Libido Turun

Penurunan libido atau hasrat untuk berhubungan seksual juga menjadi salah satu gejala yang patut diperhatikan. Sebenarnya penurunan libido ini juga pasti ada penyebabnya tersendiri. Faktor seperti gangguan psikologis atau pun fisik (kecelakaan, sakit) itu juga bisa menjadi penyebab dari penurunan libido. Seseorang yang mengalami penurunan libido biasanya juga akan cenderung kesulitan untuk mendapatkan ereksi. Ini bisa menjadi gejala yang perlu diperhatikan pula.

Turunnya libido seseorang bisa menyebabkan sulit untuk mendapatkan ereksi. Ini biasanya juga disebabkan oleh faktor seperti masalah gangguan psikologis. Konsumsi obat-obatan dalam jangka waktu yang lama mungkin juga ada kaitannya dengan masalah turunnya libido. Dalam hal ini, maka perlu perhatian lebih khusus yang difokuskan untuk mengatasi masalah penurunan libido tadi. Mencegah dengan melakukan tindakan yang bisa meningkatkan libido adalah solusi yang tepat untuk menangani gejala impotensi ini.

Seseorang yang mengalami masalah impotensi selain mengalami penurunan libido juga cenderung sulit untuk merasa puas dalam berhubungan seksual. Ketidak puasan ini bisa menjadi pemicu stress yang pada ujungnya akan berpengaruh pada masalah impotensi seksual. Ada baiknya Anda sering berdiskusi dengan pasangan tentang hubungan yang ideal supaya bisa mendapatkan kepuasan yang diinginkan. Ini akan sangat berguna untuk mencegah timbulnya masalah impotensi.

Selain itu, peran pasangan dalam menjaga kualitas hubungan menjadi sangat penting terutama untuk kebaikan psikologis pria. Pasangan ada baiknya sesekali memuji bagaimana perlakuan pria selama permainan. Ini sedikit banyak akan memperbaiki masalah kurang percaya diri yang bisa saja memicu gangguan psikologis pada pria. Dukungan sederhana ini memang cukup berarti terutama dalam menangani masalah pencegahan impotensi seksual.

Tanda dan gejala yang disebutkan ini memang menjadi hal yang cukup penting untuk diperhatikan. Hal ini akan sangat berguna terutama supaya bisa mendeteksi peluang terjadinya impotensi. Anda juga sebaiknya bisa berkonsultasi langsung pada ahlinya supaya bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan mengetahui tanda dan gejala dari impotensi seksual, setidaknya Anda juga bisa terhindar dari permasalahan ini.

Berdasarkan penelitian sendiri, ada banyak hal yang menjadi penyebab dari masalah impotensi seksual. Kebiasaan merokok salah satunya memang terbukti memiliki efek jangka panjang yang bisa saja memicu terjadinya disfungsi ereksi. Anda bisa mulai mengubah kebiasaan merokok tersebut dengan hal-hal positif lain seperti berolahraga. Pada kenyataannya, olahraga ringan seperti lari pagi mampu memberikan manfaat yang banyak untuk mencegah terjadinya disfungsi ereksi.

Gejala impotensi yang wajib diketahui memang adanya penurunan libido. Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan libido mesti bisa segera terkaji dengan baik supaya bisa ditangani. Tak jarang bagi beberapa orang yang mengkonsumsi obat-obatan rutin tertentu bisa mengalami penurunan libido tersebut. Oleh karena itu, Anda juga bisa menanyakan langsung apakah obat-obatan ada pengaruhnya dengan masalah penurunan libido. Jika ada, maka sebaiknya Anda segera meminta pertolongan untuk penanganan lebih lanjut terkait penurunan hasrat seksual ini.

Sebagai sedikit referensi buat Anda yang mengalami penurunan libido atau bahkan yang sudah terlanjur mengalami impotensi silahkan klik gambar dibawah ini untuk mengetahui cara penanganan tepat mencegah impotensi dan untuk meningkatkan libido :

Mencegah memang lebih baik dibandingkan dengan mengobati. Dengan mempelajari apa saja gejala yang bisa saja timbul dari impotensi seksual, maka setidaknya Anda bisa mengetahui tindakan apa yang bisa segera dilakukan untuk menangani permasalahan ini. Impotensi seksual bisa memberikan dampak lebih banyak lagi. Hal ini juga berkaitan erat dengan kualitas hubungan dengan pasangan. Tak jarang ada banyak hubungan yang gagal hanya karena masalah impotensi seksual ini.

Oleh karena itu, kesadaran terhadap permasalahan impotensi seksual ini memang patut untuk diperhatikan. Setidaknya dengan demikian Anda bisa lebih waspada dan tahu banyak untuk menghindari impotensi seksual. Disfungsi ereksi atau impotensi seksual memang pada akhirnya akan dialami seorang pria pada usia lanjut. Namun tak jarang pula ada yang mengalami masalah disfungsi ereksi karena berbagai macam faktor.

Jadi, itulah beberapa macam gejala yang bisa patut diwaspadai. Hal ini akan banyak membantu untuk mendeteksi apakah Anda termasuk berpotensi mengalami impotensi seksual atau tidak. Bila ditemukan gejala seperti yang telah disebutkan tadi, maka ada baiknya Anda segera melakukan beberapa hal dan kegiatan yang bisa membantu mencegah terjadinya impotensi seksual. Anda juga bisa berkonsultasi langsung dengan dokter ahli terkait dengan gejala impotensi yang Anda alami supaya bisa mendapatkan penanganan langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *