Intensitas Berhubungan Seks Menurun bisa Sebabkan Disfungsi Ereksi

Intensitas Berhubungan Seks Menurun bisa Sebabkan Disfungsi Ereksi

Sebagian besar masyarakat lebih mengenal disfungsi ereksi sebagai impotensi yang mana kondisi ini menunjukkan ketidak mampuan pria untuk mendapatkan ereksi ataupun mempertahankannya dalam beraktivitas seksual. Tentu saja, masalah seksual ini memiliki banyak faktor pemicu. Kebanyakan pria di usia lanjut mengalami masalah dan gangguan seksual.

Hal ini bukan merupakan efek dari penuaan melainkan pria dengan usia lanjut seringkali mengalami beberapa penyakit ataupun gangguan kesehatan yang membuat gairah seksual menurun, kemampuan aliran darah terhambat, ataupun lainnya sehingga masalah seperti ketidak mampuan ereksi juga bisa terjadi. Faktor penyebab masalah seksual ini terbagi menjadi tiga yaitu faktor fisik, faktor psikis, dan kolaborasi antara keduanya.

Banyak orang mungkin kurang memahami bahwa intensitas melakukan hubungan seksual yang semakin jarang juga bisa memicu seorang pria mengalami masalah seksual seperti disfungsi ereksi. Hal ini disebabkan jaringan erektil yang seharusnya bekerja secara aktif menjadi lebih pasif yang lambat laun pastinya akan kesulitan bekerja dan rusak.

Pria yang memiliki jaringan erektil rusak maka ia akan lebih sulit untuk mempertahankan ereksinya ketika berhubungan seksual. Di tengah aktivitas seksual dengan pasangan, penis yang sebelumnya ber ereksi bisa saja menjadi lembek atau lemas akibat hal tersebut. Bahkan ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa pria di usia 30 hingga 75 tahun yang melakukan hubungan seksual secara rutin, ia memiliki penurunan resiko terhadap masalah ereksi.

Ada banyak hal yang menyebabkan seorang pria menjadi jarang berhubungan seks. Salah satu penyebab yang cukup umum terjadi adalah adanya gairah seks yang menurun. Tentu saja, hal ini juga terdapat banyak faktor yang bisa menjadi penyebabnya seperti kesibukan aktivitas atau pekerjaannya, merasa cemas, kurang istirahat, dalam kondisi sakit, ataupun lainnya. Untuk mengatasi kondisi yang demikian, membicarakan dengan pasangan ataupun berkonsultasi dengan ahli pastinya akan lebih membantu untuk memulihkan kondisi dan gairah seksualnya.

Selain itu, gairah seksual juga bisa menurun akibat penurunan kadar hormon testoteron terutama untuk pria di atas usia 40 tahun. Seiring dengan bertambahnya usia, gairah ataupun keinginan untuk melakukan aktivitas seksual juga akan ikut menurun terlebih karena produksi hormon testoteron yang menurun. Dalam kasus demikian, pria mungkin akan membutuhkan terapi testoteron yang bisa membantu menyembuhkan masalah disfungsi ereksi yang dihadapi. Untuk menjaga kesehatan dan kualitas jaringan erektil, seorang pria hendaknya melakukan hubungan seksual setidaknya dua kali dalam seminggu. Hal ini merupakan rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia.

efek samping hammer of thor

Meskipun masalah seksual seperti disfungsi ereksi bisa dialami siapa saja terutama pria di usia lanjut, ketika Anda bisa melakukan pencegahan, Anda sebaiknya melakukan yang terbaik untuk kesehatan Anda. Bagaimanapun aktivitas seksual memiliki peranan yang cukup penting untuk menjaga keharmonisan dalam sebuah hubungan rumah tangga. Banyak pasangan suami istri yang akhirnya memutuskan untuk berpisah karena adanya gangguan seksual yang ada di dalam kehidupan rumah tangga mereka.

Sekecil apapun permasalahan yang dialami, alangkah baiknya bila Anda bisa mengkomunikasikannya dengan pasangan. Tidak sedikit wanita yang mau menerima kondisi suaminya yang bermasalah secara seksual. Di sisi lain, tak sedikit pria yang sudah merasa kurang percaya diri dan minder menghadapi pasangannya ketika mereka merasa tidak sempurna sehingga mereka menjadi stress dan tertekan yang mana hal ini justru bisa memperburuk kondisinya.

Memiliki aktivitas seksual yang sehat pastinya sangat didambakan oleh pasangan suami dan istri. Namun demikian, Anda dan pasangan sebaiknya juga memiliki pemahaman yang lebih luas tentang aktivitas seksual yang mana aktivitas ini tak hanya sebatas aktivitas yang melibatkan penis dan vagina tetapi lebih dari itu ada sisi keintiman yang bisa digali secara lebih mendalam.

Meskipun salah satu dari pasangan suami istri memiliki masalah seksual, bukan tidak menutup kemungkinan pasangan ini tetap bisa mendapatkan keharmonisan dalam berumah tangga termasuk memiliki hubungan seksual yang bahagia. Jadi, ketika pria memiliki masalah disfungsi ereksi akibat jarang berhubungan seksual, dengan lebih berkomunikasi dan membuka diri, pasangan ini akan menemukan solusi terbaik yang bisa menjaga keintiman keduanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *