Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
11 Penyebab Impoten dan Pengobatannya

11 Penyebab Impoten dan Pengobatannya

Impoten adalah keadaan di mana seorang pria secara konsisten tidak mampu untuk mencapai keadaan ereksi atau mencapai ejakulasi. Nama lain impoten adalah disfungsi ereksi. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab impoten, bisa dari faktor fisik maupun faktor emosional. Menurut penelitian, 50 persen dari pria berusia 40-70 tahun mengalami impoten karena faktor usia.

Simak : Pengertian Impoten atau Disfungsi Ereksi Menurut Wikipedia

Selain usia, penyebab utama lainnya adalah mengenai edukasi seks dan kesehatan. Pria yang menerima edukasi seks dengan baik, maka cenderung untuk tidak mengalami impoten karena gaya hidup yang sehat di atas rata-rata. Namun ada juga pria berusia kurang dari 40 tahun mengalami disfungsi ereksi. Apa saja penyebabnya? Untuk memahaminya, berikut ini faktor-faktor terjadinya impoten.

Faktor Utama Penyebab Impoten

1. Penyakit Endokrin

Sistem endokrin pada tubuh bekerja untuk memproduksi hormon yang nantinya akan mengatur metabolisme tubuh, fungsi seksual, reproduksi, mood, dan banyal lagi. Salah satu penyakit karena terganggunya endokrin adalah diabetes. Sehingga, seorang pria yang mengidap penyakit diabetes biasanya mengalami disfungsi ereksi.

Diabetes akan berdampak pada kemampuan tubuh dalam memproduksi hormon bernama insulin. Kekurangan hormon tersebut berakibat diabetes kronis yang berujung dengan rusaknya saraf, termasuk saraf di penis. Penis hanya akan ber ereksi jika saraf-saraf yang menuju ke bagiannya sehat. Jika saraf, hormon dan aliran darah terganggu, maka pria akan mengalami impoten.

2. Kelainan Saraf dan Neuron

Beberapa kondisi yang berkaitan dengan gangguan neuron dapat berimplikasi terhadap meningkatnya risiko disfungsi ereksi. Neuron akan memantik saraf untuk menyampaikan seluruh informasi ke dalam sistem kinerja tubuh, termasuk sistem reproduksi. Jika neuron terganggu, maka salah satu fungsi yang terganggu adalah kondisi untuk mencapai ereksi.

Kelainan neuron diantaranya adalah penyakit alzheimer, parkinson, tumor otak, multiple sclerosis, stroke dan epilepsi. Semua gangguan tersebut menyebabkan lumpuhnya sebagian kinerja sistem tubuh. Bahkan terlalu banyak bersepeda juga dapat mengakibatkan gangguan saraf. Hal tersebut terjadi karena adanya tekanan di bagian bokong dan alat genital dalam waktu lama.

3. Sedang Mengkonsumsi Obat-Obatan

Mengkonsumsi obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi aliran darah, sehingga bisa memicu terjadinya impoten. Namun, jika obat-obatan tersebut sangat penting bagi kesehatan, maka orang tidak boleh berhenti tanpa sepengetahuan dokter. Meskipun hal tersebut sudah diketahui dapat menyebabkan impoten. Kandungan obat tersebut diantaranya diazepam, codeine, dan leuprolide.

4. Gangguan Psikologis

Untuk mencapai ereksi, seorang pria harus melewati fase senang terlebih dahulu. Fase ini terkait dengan respon perasaan emosional. Maka, seseorang yang psikisnya sedang terganggu, maka respon emosional juga akan terganggu. Sehingga, memiliki efek terhadap fase untuk mencapai ereksi. Gangguan emosional tersebut diantaranya adalah depresi dan gangguan kecemasan.

Depresi dan kecemasan berhubungan dengan meningkatnya risiko disfungsi ereksi. Depresi adalah kondisi di mana seseorang merasa sedih, kehilangan harapan, merasa bersalah dalam jangka waktu yang lama. Salah satu tanda depresi lain adalah tubuh merasa mudah lelah. Kelelahan juga dapat menjadi penyebab impoten karena tubuh tidak dalam keadaan mood baik untuk melakukan seks.

Berbeda dengan gangguan kecemasan di mana pengidapnya bisa mengalami ketakutan untuk tidak mecapai ereksi karena pengalaman masa lalu. Ketakutan tersebut dapat menganggu konsentrasi dan mood. Namun, pengidap gangguan kecemasan masih bisa ereksi saat tidur atau masturbasi. Masalahnya adalah, penderita tidak mampu ereksi saat intercourse bersama pasangan.

5. Penyakit Kardiovaskular

Penyebab impoten berupa gangguan kardiovaskular umumnya dialami oleh pria yang usianya di atas 50 tahun. Penyakit yang satu ini memberikan efek negatif terhadap arteri dan urat halus. Jika keduanya terganggu, maka aliran darah menuju penis malah terhambat oleh mengerasnya pembuluh arteri atau atherosclerosis.

6. Ganggguan Darah

Penyakit gangguan darah seperti leukimia atau kanker darah dapat mengakibatkan impoten. Gangguan yang menganggu sel darah putih ini dapat menyebabnkan meningkatnya risiko dari priapism. Priapism adalah gangguan ereksi dalam jangka waktu lama yang disertai rasa sakit. Jika priapism sering terjadi, maka penderita akan rawan impoten.

7. Luka Arteri Traumatis

Gangguan yang terjadi pada pembuluh darah yang mengendalikan kinerja penis juga berhubungan dengan penyebab impoten. Pembuluh darah yang mengalami traumatis akan mengeringkan penis saat tidak terkompresi. Akibatnya, penis menjadi tidak kaku dan juga tidak dapat mempertahankan ereksi. Kondisi ini disebut sebagai sindrom Peyronie.

Sindrom Peyronie adalah kondisi dimana trauma berulang yang dialami penis akibat dari luka di bagian albuginea. Luka tersebut akan akan mengakibatkan pria merasa kesakitan saat ereksi sehingga bisa menyebabkan trauma dan berujung disfungsi ereksi. Pengobatan sindrom peyronie untuk menggantikan jaringan yang luka juga masih bisa mengakibatkan impoten.

8. Kanker Prostat

Meski kanker prostat tidak secara langsung mengakibatkan disfungsi ereksi. Namun cara pengobatannya yang berupa radiasi, terapi hormon dan operasi untuk membuang kalenjar prostat dapat mengakibatkan sulitnya ereksi atau mempertahankannya. Kadang, impoten yang diakibatkan hal ini hanya sementara. Tetapi, beberapa pria yang mengalami pengobatan kanker prostat mengalami kesulitan untuk ereksi.

Kemampuan orgasme tidak berhubungan dengan kalenjar prostat. Namun, pria yang menerima terapi radiasi akan mengalami orgasme kering tanpa ejakulasi. Selama pria memiliki sensasi kulit yang normal, umumnya orgasme bisa terjadi dengan stimulasi. Hanya saja kemampuan mempertahankan ereksi melemah dari yang seharusnya.

9. Penyakit Jantung Koroner

Tahukah bahwa sebagian besar kasus disfungsi ereksi yang diakibatkan oleh penyakit jantung terjadi hingga 70 persen? Hal tersebut terjadi karena pembuluh arteri di penis lebih kecil daripada arteri penyebab gejala jantung koroner, sehingga penyumbatan terjadi di bagian penis terlebih dahulu. Ketika pembuluh arteri tersumbat, maka mempertahankan ereksi akan sulit saat level seks mencapai intercourse.

10. Penyakit Ginjal

Hormon, aliran darah dan seluruh bagian dari sistem saraf bekerja sama untuk mendapatkan ereksi yang sehat. Namun, semua itu akan terkendala ketika pria mengidap penyakit ginjal. Selain bermasalah dengan darah, kontribusi terbesar terhadap disfungsi ereksi ialah metode pengobatan gagal ginjal secara medis.

11. Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi di pembuluh juga ikut menjadi penyebab impoten. Jika tekanan tidak terkontrol, maka pembuluh akan rusak karena tidak lagi elastis dan jumlah transfer darah dalam tubuh tidak lagi sama. Obat berjenis diuretic akan mempengaruhi disfungsi ereksi, namun penderita tidak boleh lepas obat. Sebaiknya, pola hidup sehat lebih dijaga seperti rajin berolahraga dan menjaga makanan sehari-hari.

Baca Juga : Tanda dan Gejala Impotensi

Pengobatan

Impoten memang hal yang membuat pria merasa tak nyaman, malu dan minder di depan pasangan. Namun, bukan berarti masalah yang satu ini tidak dapat diatasi. Salah satu cara agar impoten anda sembuh adalah dengan cara mengkonsumsi ramuan herbal bermerek Hammer of Thor. Hammer of Thor sudah terbukti membuat pria mudah berereksi saat seks dan teruji aman.

Tidak hanya sementara, Hammer of Thor adalah produk yang menyembuhkan impotensi sekaligus memaksimalkan kualitas saat di atas ranjang. Hasilnya bukan hanya untuk sementara, namun untuk permanen. Semua penyebab impoten bisa diminimalisir, di sisi lain anda juga tidak akan ketergantungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *